Skip to main content

Jambi, Sepenggal Cerita Pesisir Timur Swarnadwipa


Jambi, sebuah Provinsi di Timur Sumatera adalah salah satu tanah yang dijanjikan Tuhan untuku. Tahun 2015 adalah titik awal perjalanan merantauku di bumi swarnadwipa. Diterima kerja di Kementerian Pertanian dan ditempatkan di unit kerja di Provinsi Jambi memang sebuah keharusan bagiku meninggalkan kampung halaman.
Jambi ini mempunyai suhu rata-rata yang panas, dikarenakan tinggi tempat wilayah ini hanyalah 60 mdpl. Masyarakatnya bertutur menggunakan bahasa melayu dengan akhiran o, tapi ada juga sebagian yang bermukim dipesisir timur menggunakan bahasa melayu dengan akhiran eu, mirip malaysia. Tak seterkenal Palembang, Padang ataupun Medan, wajar saja karena Kota Jambi dikategorikan sebagai kota kecil. Jika kita hendak mengelilingi kota, maka tak butuh waktu lama, cukup setengah hari saja maka kita akan mengetahui Kota Jambi seluruhnya. Tak ada macet di Jambi, walaupun jalanan kota yang terbilang sempit. Jika bicara makanan, masakan padang mendominasi diwilayah Jambi, bahkan Jambi ini nyaris tidak mempunyai makanan khas sama sekali. Makanan yang kerap ditemukan disini adalah pempek pelembang, lempok palembang, dan tempoyak riau. Aku rasa generasi millenial disini harus lebih kreatif membuat sesuatu sehingga Jambi dikenal luas. Jambi memiliki batik yang khas yang dinamakan durian pecah. Untuk tempat wisata, mungkin Kerinci bisa aku rekomendasikan hanya saja jarak dari ibukota provinsi sangatlah jauh bisa memakan waktu hingga 12 jam.
Masih menjadi perdebatan dimanakah letak sebenarnya peradaban Sriwijaya itu, apakah di Jambi atau Palembang karena 2 wilayah ini mempunyai struktur budaya yang mirip dan dilalui oleh 2 sungai besar yaitu Musi dan Batanghari, tak jarang juga peninggalan-peninggalan kerajaan ditemukan disini. Ada sesuatu yang menarik bagiku, yaitu kemegahan Candi Muarojambi, situs Budha peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini meruapakan saksi sejarah bahwa tanah melayu pernah berjaya dimasanya.
Iklim investasi disini aku rasa kurang berprospek, pembangunan juga masih dibilang lambat dan ketinggalan dari kota lainnya. Jika kita melihat ritme kerja orang Jambi jangan heran jika mereka mempunyai gaya yang santai dan cenderung menunda pekerjaan. Jika bicara biaya hidup, sebanding dengan biaya hidup di Jakarta, wajar saja karena segala keperluan dipasok dari luar. Jika kalian memang berencana untuk pergi ke Jambi, tiket pesawat hanya berkisar 400 ribuan (kurs Rp 12.000) saja dan tenang saja masyarakat Jambi sangat ramah terhadap pendatang.

Comments

Popular posts from this blog

Siapa Takut Jadi Petani

    Pertanian adalah sektor yang memegang peranan penting dalam sebuah negara. Sebagai penyedia kebutuhan pokok dan bahan baku, sektor ini juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Namun sangat disayangkan, minat dari generasi muda untuk menjadi petani sangatlah jarang, karena petani selalu diidentikan dengan pekerjaan yang bermain dengan lumpur dan panas-panasan dibawah terik matahari. Para petani kita saat ini rata-rata berusia 45 tahun keatas, artinya mereka sudah memasuki usia pensiun. Bahkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pekerja di sektor pertanian per Agustus 2018 berjumlah 35,7 juta orang atau 28,79% dari jumlah 124,01 juta jiwa penduduk yang bekerja. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,89% dari tahun sebelumnya. Mengapa generasi milenial enggan menjadi petani?. Generasi milenial saat ini lebih memilih untuk bekerja kantoran. Padahal ketersediaan lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja itu sendi...

LanGasKara itu wajib militernya karantina.

Bagi kalian yang bergabung di Kementerian Pertanian khususnya Badan Karantina Pertaian, hal pertama yang wajib diikuti adalah LanGasKaRa, baik oleh POPT, Dokter Hewan, Paramedik, maupun Fungsional Umum. Keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Adi Sutjipto LanGasKaRa adalah singkatan dari Latihan Pengenalan Tugas Karantina, aku sendiri ikut kegiatan ini di Tahun 2015 di STPP Yogyakarta, dan Asama Haji Yogyakarta. Ada perbedaan dibandingkan dengan para seniorku yang mengikuti kegiatan ini di Rindam Jaya Jakarta. Kegiatan berlangsung selama 2 minggu, di minggu pertama mental dan fisik harus benar-benar kuat. Aku rasa ini mirip ketika kita diorientasi sebagai anak baru dengan pola latihan mirip calon Paskibraka. Menginap di asrama haji, dan kegiatan terpusat di STPP, menuntut kita harus disiplin dalam manajemen waktu, gak boleh kesiangan. Latihan baris berbaris bersama Brimob Polda D.I.Y Tiga hari pertama adalah latihan baris berbaris yang di...

Prajabatan Dulu Biar Gajimu Jadi 100%

Buat kamu yang lulu CPNS, selamat ya... Selamat bergabung menjadi abdi negara. Kali ini aku mau sharing pengalamanku mengikuti Diklat Prajabatan di Tahun 2015. Apa itu diklat prajabatan ? Diklat Prajabatan adalah adalah syarat bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Aku sendiri lulus CPNS di tahun 2014, TMT Maret 2015, SPMT Juni 2015, dan Prajabatan Agustus 2015. Bagi yang masih bingung dengan TMT dan SPMT, aku jelasin satu-satu ya. TMT adalah terhitung mulai tugas yang tercetak di SK CPNS dan ditandatangani oleh Menteri, sementara SPMT adalah Surat Perintah Mengerjakan Tugas dan ditandangani Kepala Balai Unit Kerja. Gaji, tukin, uang makan, dan lain sebagainya akan keluar setelah diterbitkannya SPMT. Tahun 2015, adalah tahun pertama diberlakukannya prajabatan model baru, seperti apa ? simak sampai selsai ya. Aku mengkuti diklat prajabatan di PPMKP Ciawi-Bogor. Prajabatan model baru ini persis kayak ...