Skip to main content

Mudik Ramah di Kantong ? Why Not ?

Sejauh manakah persiapan mudik kalian pada lebaran tahun ini ? Sebagai seorang perantau, mudik adalah agenda wajib, walaupun ada juga sebagian orang yang gagal mudik karena sesuatu hal. Ngomong-ngomong soal mudik, seperti biasa moda transportasi udara adalah andalanku. Banyak yang berpendapat kalau mau lebaran tiket dibanderol setinggi langit, pendapat itu tidak salah, namun kurang tepat juga. Nah kali ini aku akan menceritakan pengalamanku dalam mendapatkan tiket pesawat yang ramah di kantong.



Pertama
Kalian saat ini merantau di kota mana. Kalau kotanya kurang populer tenang aja harga tiket segitu-gitu aja kok walaupun di saat peak season sekalipun. Hal ini juga berlaku bagi kota besar yang punya pilihan jam penerbangannya banyak, sehingga setiap maskapai berlomba dalam penjualan tiket mereka. Tidak ada salahnya booking tiket jauh-jauh hari, ataupun mepet-mepet, yang penting kalian wajib memanfaatkan setiap promo yang ditawarkan.

Kedua,
Pahami betul strategi penjualan setiap maskapai. Lion, Citilink, dan Sriwijaya biasanya akan murah jika dipesan jauh-jauh hari namun tidak untuk Garuda. Garuda cenderung stabil dalam memainkan harga, dikarenakan sudah memiliki tipe penumpang yang cukup loyal. Tapi sekalinya promo, Garuda akan lebih murah daripada maskapai LCC (jarang terjadi). Tidak menutup kemungkinan juga bagi maskapai LCC akan menurunkan harga tiketnya menjelang hari-H apabila masih banyak seat yang kosong (sering terjadi pada kota yang kurang populer).

Ketiga,
Manfaatkan setiap promo yang ada. Berdasarkan pengalaman di tahun lalu, aku dapat promo tiket lebaran dari traveloka hanya dengan 700 ribu saja untuk PP Jambi-Jakarta dengan menggunakan pesawat LCC, dan tahun ini aku dapat tiket 1,2 juta PP Jambi-Jakarta yang salah satunya menggunakan pesawat full service dengan menggunakan point ponta di blibli.

Dan yang ke-empat,
Rajin cek harga tiket bukan di jam primetime, dan jika dirasa sudah cukup murah segera booking karena tiket sifatnya fluktuatif.

Nah, mungkin itu saja sedikit cerita yang bisa aku share mengenai cara berburu tiket yang ramah di kantong. Semoga mudikmu menyenangkan.

Comments

Popular posts from this blog

Siapa Takut Jadi Petani

    Pertanian adalah sektor yang memegang peranan penting dalam sebuah negara. Sebagai penyedia kebutuhan pokok dan bahan baku, sektor ini juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Namun sangat disayangkan, minat dari generasi muda untuk menjadi petani sangatlah jarang, karena petani selalu diidentikan dengan pekerjaan yang bermain dengan lumpur dan panas-panasan dibawah terik matahari. Para petani kita saat ini rata-rata berusia 45 tahun keatas, artinya mereka sudah memasuki usia pensiun. Bahkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pekerja di sektor pertanian per Agustus 2018 berjumlah 35,7 juta orang atau 28,79% dari jumlah 124,01 juta jiwa penduduk yang bekerja. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,89% dari tahun sebelumnya. Mengapa generasi milenial enggan menjadi petani?. Generasi milenial saat ini lebih memilih untuk bekerja kantoran. Padahal ketersediaan lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja itu sendi...

LanGasKara itu wajib militernya karantina.

Bagi kalian yang bergabung di Kementerian Pertanian khususnya Badan Karantina Pertaian, hal pertama yang wajib diikuti adalah LanGasKaRa, baik oleh POPT, Dokter Hewan, Paramedik, maupun Fungsional Umum. Keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Adi Sutjipto LanGasKaRa adalah singkatan dari Latihan Pengenalan Tugas Karantina, aku sendiri ikut kegiatan ini di Tahun 2015 di STPP Yogyakarta, dan Asama Haji Yogyakarta. Ada perbedaan dibandingkan dengan para seniorku yang mengikuti kegiatan ini di Rindam Jaya Jakarta. Kegiatan berlangsung selama 2 minggu, di minggu pertama mental dan fisik harus benar-benar kuat. Aku rasa ini mirip ketika kita diorientasi sebagai anak baru dengan pola latihan mirip calon Paskibraka. Menginap di asrama haji, dan kegiatan terpusat di STPP, menuntut kita harus disiplin dalam manajemen waktu, gak boleh kesiangan. Latihan baris berbaris bersama Brimob Polda D.I.Y Tiga hari pertama adalah latihan baris berbaris yang di...

Prajabatan Dulu Biar Gajimu Jadi 100%

Buat kamu yang lulu CPNS, selamat ya... Selamat bergabung menjadi abdi negara. Kali ini aku mau sharing pengalamanku mengikuti Diklat Prajabatan di Tahun 2015. Apa itu diklat prajabatan ? Diklat Prajabatan adalah adalah syarat bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Aku sendiri lulus CPNS di tahun 2014, TMT Maret 2015, SPMT Juni 2015, dan Prajabatan Agustus 2015. Bagi yang masih bingung dengan TMT dan SPMT, aku jelasin satu-satu ya. TMT adalah terhitung mulai tugas yang tercetak di SK CPNS dan ditandatangani oleh Menteri, sementara SPMT adalah Surat Perintah Mengerjakan Tugas dan ditandangani Kepala Balai Unit Kerja. Gaji, tukin, uang makan, dan lain sebagainya akan keluar setelah diterbitkannya SPMT. Tahun 2015, adalah tahun pertama diberlakukannya prajabatan model baru, seperti apa ? simak sampai selsai ya. Aku mengkuti diklat prajabatan di PPMKP Ciawi-Bogor. Prajabatan model baru ini persis kayak ...