Skip to main content

Merantau, Jago Tandang Bukan Jago Kandang

Meninggalkan kampung halaman atau merantau adalah sebuah pilihan dikala kita harus pergi kedaerah lain sekedar melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan. Tapi percayalah, banyak sekali pelajaran hidup yang didapat dikala merantau. Berdasarkan pengalaman pribadi, aku akan membagikan beberapa hal positif yang didapatkan ketika merantau.
Pertama, hidup kita menjadi mandiri dan mempunyai daya juang. Jika selama ini kita ngapa-ngapain dibantu sama orang tua atau saudara maka dikala pertama kalinya merantau segala sesuatunya dipersiapkan sendiri. Tidak hanya itu, kita juga dilatih untuk berfikir dan memecahkan setiap masalah yang mungkin terjadi.

Kedua, kita menjadi lebih disiplin dari mulai bangun, makan, tidur, sampai nyuci dan nyetrika pakaian pun akan lebih teratur.
Ketiga, lebih kreatif dalam segala hal, karena hanya diri kita sendiri yang bisa mengatasi segala sesuatunya maka ide-ide kreatif biasanya sering muncul.
Keempat, manajemen keuangan juga lebih tertata, kita akan tahu mana prioritas mana keinginan. Kita juga dituntut untuk menyisihkan uang kita untuk investasi, biaya pendidikan, bahkan biaya mudik.
Kelima, memperluas pergaulan dan wawasan. Semakin sering bertemu dengan orang baru maka kita akan semakin tahu kekurangan diri kita sendiri. Selain itu punya banyak teman yang beragam dari berbagai latar belakang menjadi kebanggaan tersendiri juga, dan kita akan sadar betapa banyak sesuatu di luaran sana yang belum kita ketahui.
Keenam, lebih relijius sudah pasti karena hanya Tuhan lah zat yang pasti selalu menolong kita dalam keadaan apapun.
Dan itulah beberapa hal positif yang didapatkan dikala merantau. Jangan pernah takut untuk melangkah jauh, dan jadilah seseorang yang jago tandang bukan jago kandang.

Comments

Popular posts from this blog

Siapa Takut Jadi Petani

    Pertanian adalah sektor yang memegang peranan penting dalam sebuah negara. Sebagai penyedia kebutuhan pokok dan bahan baku, sektor ini juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Namun sangat disayangkan, minat dari generasi muda untuk menjadi petani sangatlah jarang, karena petani selalu diidentikan dengan pekerjaan yang bermain dengan lumpur dan panas-panasan dibawah terik matahari. Para petani kita saat ini rata-rata berusia 45 tahun keatas, artinya mereka sudah memasuki usia pensiun. Bahkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pekerja di sektor pertanian per Agustus 2018 berjumlah 35,7 juta orang atau 28,79% dari jumlah 124,01 juta jiwa penduduk yang bekerja. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,89% dari tahun sebelumnya. Mengapa generasi milenial enggan menjadi petani?. Generasi milenial saat ini lebih memilih untuk bekerja kantoran. Padahal ketersediaan lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja itu sendi...

LanGasKara itu wajib militernya karantina.

Bagi kalian yang bergabung di Kementerian Pertanian khususnya Badan Karantina Pertaian, hal pertama yang wajib diikuti adalah LanGasKaRa, baik oleh POPT, Dokter Hewan, Paramedik, maupun Fungsional Umum. Keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Adi Sutjipto LanGasKaRa adalah singkatan dari Latihan Pengenalan Tugas Karantina, aku sendiri ikut kegiatan ini di Tahun 2015 di STPP Yogyakarta, dan Asama Haji Yogyakarta. Ada perbedaan dibandingkan dengan para seniorku yang mengikuti kegiatan ini di Rindam Jaya Jakarta. Kegiatan berlangsung selama 2 minggu, di minggu pertama mental dan fisik harus benar-benar kuat. Aku rasa ini mirip ketika kita diorientasi sebagai anak baru dengan pola latihan mirip calon Paskibraka. Menginap di asrama haji, dan kegiatan terpusat di STPP, menuntut kita harus disiplin dalam manajemen waktu, gak boleh kesiangan. Latihan baris berbaris bersama Brimob Polda D.I.Y Tiga hari pertama adalah latihan baris berbaris yang di...

Prajabatan Dulu Biar Gajimu Jadi 100%

Buat kamu yang lulu CPNS, selamat ya... Selamat bergabung menjadi abdi negara. Kali ini aku mau sharing pengalamanku mengikuti Diklat Prajabatan di Tahun 2015. Apa itu diklat prajabatan ? Diklat Prajabatan adalah adalah syarat bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Aku sendiri lulus CPNS di tahun 2014, TMT Maret 2015, SPMT Juni 2015, dan Prajabatan Agustus 2015. Bagi yang masih bingung dengan TMT dan SPMT, aku jelasin satu-satu ya. TMT adalah terhitung mulai tugas yang tercetak di SK CPNS dan ditandatangani oleh Menteri, sementara SPMT adalah Surat Perintah Mengerjakan Tugas dan ditandangani Kepala Balai Unit Kerja. Gaji, tukin, uang makan, dan lain sebagainya akan keluar setelah diterbitkannya SPMT. Tahun 2015, adalah tahun pertama diberlakukannya prajabatan model baru, seperti apa ? simak sampai selsai ya. Aku mengkuti diklat prajabatan di PPMKP Ciawi-Bogor. Prajabatan model baru ini persis kayak ...