cita-cita
sahabat sekalian ? Dulu saya pernah bercita-cita menjadi seorang guru,
pramugara bahkan seorang jurnalis. Walaupun tidak ada satupun dari ketiga
cita-cita tersebut yang menjadi kenyataan, tapi pada akhirnya ada sebuah pesan
penting bahwa apapun yang kita inginkan terdapat sebuah proses yang diharuskan
bagi kita untuk tetap fokus belajar, berusaha, dan pantang menyerah. Sampai
pada akhirnya saya bergabung dengan Kelas Inspirasi, sebuah program yang
memberi wadah bagi para profesional untuk ikut bergabung dan berkontribusi pada
pendidikan Indonesia. Tanjung Jabung Timur, Jambi, dan Bengkulu Utara adalah
daerah yang menjadi bagian dari misi Kelas Inspirasi saya. Saya rasa ini adalah
kesempatan bagi saya untuk menjadi seorang guru seperti yang saya inginkan
sewaktu kecil, walau hanya satu hari. Dan mimpi menjadi seorang junalis,
tulisan ini adalah bukti bahwa saya sedang belajar menjadi seorang penulis,
disamping pekerjaan saya sebagai POPT dan juga bergabung di Divisi Humas
Barantan.
Kembali lagi ke KI (Kelas
Inspirasi), awal ketertarikan saya pada program ini adalah ketika saya
ditugaskan di daerah terluar di Provinsi Jambi, yaitu Muara Sabak. Saat itu ada
pembukaan pendaftaran inspirator untuk KI Tanjung Jabung Timur. Awalnya saya
hanya melihat kegiatan KI di berbagai kota lewat youtube, sampai akhirnya saya
tertarik dan bergabung. KI Tanjung Jabung Timur adalah pengalaman pertama saya.
Bersama tim yang terdiri dari fasilitator, inspirator dan dokumentator kita
berembuk menyiapkan acara yang disebut Hari Inspirasi menjadi acara yang sukses
dan memberi kesan positif pada anak-anak SD. Tahap inilah yang disebut
briefing. Selain itu pada tahap ini kita semua dibagi kedalam beberapa kelompok
berdasarkan SD target inspirasi. Sekolah yang dipilih adalah sekolah yang
lingkungan dan struktur sosial budayanya perlu banyak pengembangan. Setiap
orang yang bergabung di KI diwajibkan untuk cuti sehari di Hari Inspirasi.
Puncak dari kegiatan KI adalah
Hari Inspirasi, dimana peran saya disini adalah mengajar kekelas dan bercerita
mengenai profesi saya. Diawali dengan kegiatan upacara, dilanjutkan dengan ice
breaking dan perkenalan singkat. Seusai perkenalan singkat dilapangan, setiap
siswa masuk kekelas masing-masing, dan disinilah pengalaman menjadi guru
dimulai. Tidak banyak materi yang saya berikan, saya hanya bercerita mengenai
profesi saya lengkap dengan beberapa alat peraga yang saya bawa, diselingi
dengan ice breaking dan beberapa game ringan agar anak-anak tetap semangat
mengikuti kelas yang saya berikan. Tak lupa saya juga memperlihatkan foto-foto
kegiatan seputar pekerjaan saya.
![]() |
| Kegiatan Upacara Bendera |
Setelah para inspirator masuk
kekelas masing-masing, di akhir acara para siswa menempelkan cita-citanya pada
pohon cita-cita kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Biasanya disini juga
kami memberikan bantuan berupa seragam sekolah, alat tulis, dan buku bacaan.
![]() |
| Kegiatan Belajar di Kelas |
Selain itu ada juga yang
dinamakan Refleksi, yaitu pembahasan mengenai kendala yang ditemukan sepanjang
acara untuk kemudian ditindaklanjuti dan menjadi bahan koreksi untuk
kedepannya.
![]() |
| Games Puzzle Peta |
Dari satu daerah ke daerah
lainnya tentunya punya cerita yang berbeda. Di Tanjung Jabung Timur saya
menginap di rumah dinas Ketua DPRD, sementara di Bengkulu Utara lain lagi
ceritanya. Menginap di rumah warga yang ternyata tidak ada sinyal sama sekali
sehingga ponsel tidak berfungsi, bahkan listrikpun dalam keadaan yang sangat
terbatas. Akses menuju sekolah yang begitu sulit. Jalan berlumpur yang selama
ini saya lihat di tv ternyata saya rasakan sendiri. Sungguh pengalaman yang
luar biasa.
![]() |
| Pohon Cita-Cita |
Walaupun hanya sehari tapi saya
tetap yakin saya bisa memberikan kontribusi pada pendidikan di Indonesia. Saya
senang bisa memperkenalkan profesi saya kepada anak-anak SD dan menjadi bagian
dari membangun negeri lewat mimpi.
![]() |
| Pemberian Buku Bacaan |











Comments
Post a Comment