Hai SPMA di Tanjungsari
Perlambang Tani nan Suci
Kalimat tersebut merupakan penggalan lirik Mars SPMA, namun kini setelah 7 tahun berlalu aku sudah mulai lupa lirik mars ini secara utuh. Padahal lagu ini wajib dinyanyikan setiap hari senin dikala dulu masih menjadi siswa. Menjadi suatu kebanggaan bisa menjadi seorang alumni dari Sekolah Pertanian Pembangunan Tanjungsari,sekolah yang telah banyak mencetak orang-orang sukses, sebut saja Burhanuddin Abdullah salah satunya, mantan Gubernur BI sekaligus mantan Menko Perekonomian ini adalah salah satu alumni SPP Tanjungsari.
Sejarah
SPP Tanjungsari memiliki perjalanan panjang semenjak masa penjajahan Belanda. Sekitar tahun 1912, penjajah Belanda mendirikan lembaga yang menyelenggarakan pembinaan pertanian di Jawa Barat dengan nama Provinciale Lanbouw Voorlichtings Dienst (LVD) yang dikepalai oleh seorang Inspektur berkebangsaan Belanda yang disebut Landbouw Inspecteur. Lembaga ini memiliki fungsi sebagai pembina bagi petani pribumi dalam meningkatkan produksi pertanian. Dan pada tanggal 14 Maret 1914, atas prakarsa Bupati Sumedang R. A. Soeriaatmadja, didirikanlah lembaga pendidikan pertanian dengan nama Landbouw Bedriftj School (LBS). Ketika Jepang menggantikan penjajah Belanda, lembaga pendidikan Landbouw Berdrijf School (LBS) diganti menjadi Sekolah Pertanian Pertama (SPP). dan kini di tahun 2018 SPP Tanjungsari berganti nama menjadi SMK PPN Tanjungsari.
Menjadi Lulusan Pertama Jurusan Perkebunan
Aku masuk SPP di tahun 2008, setelah mengikuti serangkaian test masuk akhirnya dinyatakan diterima di Jurusan Perkebunan, saat itu ada tiga jurusan yang tersedia yaitu Perkebunan, Penyuluhan Pertanian, dan Tanaman Pangan Hortikultura. Kurikulum yang dipakai di SPP adalah kurikulum berdasarkan Kementerian Pertanian, walaupun pada akhirnya di tahun ke-3 adalah masa transisi dari Kementan ke Kemendikbud, jadi akupun diwajibkan mengikuti Ujian Nasional. Lulus di tahun 2011 akupun mendapatkan gelar Dharmaputra. Gelar ini diberikan oleh pihak sekolah kepada setiap angkatan dengan nama yang berbeda tentunya.
Cangkul Adalah Benda Wajib Setiap Siswa
Porsi pembelajaran di SPP adalah 75% praktik dan 25% teori. Namanya juga Sekolah Pertanian sudah pasti kesehariannya adalah bercocok tanam. Ada beberapa mata pelajaran yang aku sukai seperti Tanaman Perkebunan, Kapita Selekta, Swakarya Wirausaha dan Perlindungan Tanaman. Selama tiga tahun sekolah setidaknya aku sudah menghabiskan 3 cangkul, akibat rusak atau hilang di lahan praktik.
Seragam Sekolah yang Mirip Seragam PNS Daerah
Berbeda dengan sekolah lain pada umumnya, SPP punya seragam khas dengan corak warna cokelat mirip seragamnya PNS Daerah. Selain itu ada seragam yang wajib dimiliki setiap siswa seperti seragam praktik dan pramuka.
Biaya Sekolah yang Murah dan Fasilitas Sekolah yang Lengkap
Di tingkat Jawa Barat, SPP Tanjungsari adalah koordinator bagi sekolah pertanian lainnya maka dari itu wajar saja jika mempunyai fasilitas yang palig lengkap dari mulai ruang kelas yang nyaman, lahan praktik yang luas, laboratorium yang memadai, dan fasilitas olahraga. Sewaktu aku sekolah biaya perbulan hanya 10.000 dan jika kita mendapatkan beasiswa maka sudah pasti sekolah kita gratis. Bahkan bagi yang berprestasi akan mendapatkan kesempatan untuk magang ke Jepang selama 2 bulan.
Almamater yang Sukses Mencetak Pengusaha dan Aparatur Sipil Negara
Banyak lulusan SPP yang sukses dengan usahanya masing-masing. Selain itu banyak juga yang bekerja sebagai Penyuluh Pertanian,PNS di Kementerian Pertanian, bahkan menjadi seorang Menteri.
Dari Semester 2 Sudah Dididik untuk Berwirausaha dan di Semester 5 Wajib PKU di Lapangan
Mata Pelajaran Swakarya Usaha mewajibkan setiap siswa mengajukan proposal usahanya masing-masing. Dari mulai perencanaan modal, eksekusi anggaran, mengelola usaha, hingga menjual hasil usaha dilakukan sendiri. Setiap siswa dibagi kedalam kelompok dan diberi tanah kavlingan. Aku sendiri pernah mengelola usaha budidaya tembakau hingga menjual produk pasca panen. Di semester 5 aku PKU di Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, Ciwidey-Bandung selama 4 bulan. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa siswa SPP dicetak untuk menjadi seseorang yang mandiri, kreatif, dan mempunyai kemampuan problem solving
Dari Semester 2 Sudah Dididik untuk Berwirausaha dan di Semester 5 Wajib PKU di Lapangan
Mata Pelajaran Swakarya Usaha mewajibkan setiap siswa mengajukan proposal usahanya masing-masing. Dari mulai perencanaan modal, eksekusi anggaran, mengelola usaha, hingga menjual hasil usaha dilakukan sendiri. Setiap siswa dibagi kedalam kelompok dan diberi tanah kavlingan. Aku sendiri pernah mengelola usaha budidaya tembakau hingga menjual produk pasca panen. Di semester 5 aku PKU di Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, Ciwidey-Bandung selama 4 bulan. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa siswa SPP dicetak untuk menjadi seseorang yang mandiri, kreatif, dan mempunyai kemampuan problem solving
Semoga SPP Tanjungsari terus menjadi almamater kebanggan yang tetap berkomitmen mencetak insan pertanian yang berbudi pekerti luhur serta petani berdasi dan bergengsi. Sampai saat ini SPP Tanjungsari selalu menjadi sumber inspirasi dalam meraih semua mimpiku.

Comments
Post a Comment