Skip to main content

Banjar Patroman, Ciamis, dan Pangandaran yang Bikin Ketagihan

Tanpa perencanaan sebelumnya akhirnya aku memutuskan untuk menghabiskan cuti tahunan 2016 di Ciamis dan Kota Banjar. Semua serba dadakan, ide jalan-jalan ke Kota Manis Manjing Dinamis ini terbesit ketika mengetahui temenku yang kerja di Karantina Bengkulu pulang ke kampung halamannya. Bertolak dari Cileunyi menuju Karangkamulyan, aku menggunakan bis kota dan menghabiskan 3 jam perjalanan. Menakjubkan, sepanjang perjalanan hamparan bukit dan birunya pegunungan membuat mata ini enggan berkedip, rimbunnya pohon ditepi jalan menambah nikmatnya perjalanan, belum lagi pemandangan kota khas priangan yang begitu asri. Sesampainya di Karangkamulyan, perjalanan dilanjutkan menggunakan motor menuju rumah temanku di daerah Cipaku. Rehat sejenak, sore harinya aku langsung diajak menikmati alun-alun Kota Banjar. Alun-alun yang menjadi landmark Kota Banjar ini letaknya cukup strategis dan merupakan jalur utama menuju Pangandaran dan Jawa Tengah.
Alun-alun Kota Banjar



Selain alun-alun, aku juga diajak mengunjungi lapangan bakti dan Taman Raflesia di Ciamis. Ciamis dan Banjar ini letaknya sangat berdekatan, jadi tidak ada salahnya untuk mengunjungi kedua kota ini dalam waktu yang bersamaan.
Lapangan Bakti





Trip selanjutnya adalah menikmati indahnya pantai yang begitu terkenal di Jawa Barat yaitu Pangandaran. Trip yang dilaksanakan keesokan harinya ini dimulai dari pagi hari, mengingat perjalanan yang cukup jauh. Kami menggunakan motor sebagai alat transportasi, dan lagi-lagi aku disuguhkan dengan pemandangan yang begitu istimewa. 
Salah satu spot perberhentian ketika perjalanan menuju Pangandaran.
Pangandaran sendiri adalah kabupaten hasil pemekaran dari Ciamis. Terletak paling tenggara di Jawa Barat, dan memiliki daya tarik pantai yang mempesona.
Pangandaran merupakan salah satu pantai di selatan Pulau Jawa yang kental dengan aroma mistis nyai roro kidul, wajar saja jika deburan ombak disini sangat deras.
Pangandaran
Tidak jauh dari Pantai Pangandaran, ada Pantai Batu Hiu. Sebuah pantai dengan tebing cukup terjal yang memiliki pemandangan lepas kearah Samudera Hindia. 
Batu Hiu
Jika nyebrang sedikit menggunakan perahu kecil, maka kita akan mendapatkan pemandangan yang tak kalah indah yaitu pantai pasir putihnya Pangandaran. Disini juga aku mencoba snorkeling. Tak hanya Pantai Pangandaran, Pantai Batu Hiu juga tak kalah indah sehingga wajib dikunjungi.


Snorkeling di Pangandaran
Puas bermain di pantai, perjalanan dilanjutkan ke Wonder Hill Jojogan. Terletak tak jauh dari bibir pantai kita sudah disuguhkan dengan aroma pegunungan yang begitu sejuk. Berjalan menyusuri anak tangga, disapa dengan pepohonan yang menjulang tinggi dan udara yang dingin. Orang sekitar menyebutnya surga di Pangandaran, dan sepertinya sebutan itu sangatlah cocok diberikan untuk Wonder Hill Jojogan.

Jojogan
Hari belum berganti malam, rasanya ingin sekali menghabiskan seharian penuh dengan meng-explore Pangandaran. Akhirnya keinginan itu dikabulkan temanku, dia bilang ada satu lokasi lagi yang wajib dikunjungi sebelum pulang ke rumah. Hutan Mangrove Batukaras, adalah destinasi terakir kami. Hutan Mangrove yang begitu eksotis ini menjadi penutup perjalanan kami. Rimbunya pohon mangrove sukses membuatku takjub seribu takjub. Namun sayang senja telah datang menyapa, dan memberi tanda bahwa perjalanan benar-benar berakhir.

Keesokan harinya aku pulang kembali ke Sumedang, bertolak dari Stasiun Banjar aku menggunakan kereta api menuju Stasiun Kiaracondong Bandung menghabiskan waktu kurang lebih 4 jam. Itulah perjalanan singkatku liburan dadakan ke Kota Banjar, Ciamais, dan Pangandaran. Masih banyak sebenarnya tempat yang belum sempat dikunjungi, karena keterbatasan waktu akhirnya hanya beberapa saja. Sepertinya aku harus kembali ke Pangandaran dan mengunjungi tempat yang belum sempat dikunjungi, semoga saja ada waktu, ada duitnya, dan ada umurnya, amin.


Comments

Popular posts from this blog

Siapa Takut Jadi Petani

    Pertanian adalah sektor yang memegang peranan penting dalam sebuah negara. Sebagai penyedia kebutuhan pokok dan bahan baku, sektor ini juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Namun sangat disayangkan, minat dari generasi muda untuk menjadi petani sangatlah jarang, karena petani selalu diidentikan dengan pekerjaan yang bermain dengan lumpur dan panas-panasan dibawah terik matahari. Para petani kita saat ini rata-rata berusia 45 tahun keatas, artinya mereka sudah memasuki usia pensiun. Bahkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pekerja di sektor pertanian per Agustus 2018 berjumlah 35,7 juta orang atau 28,79% dari jumlah 124,01 juta jiwa penduduk yang bekerja. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,89% dari tahun sebelumnya. Mengapa generasi milenial enggan menjadi petani?. Generasi milenial saat ini lebih memilih untuk bekerja kantoran. Padahal ketersediaan lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja itu sendi...

LanGasKara itu wajib militernya karantina.

Bagi kalian yang bergabung di Kementerian Pertanian khususnya Badan Karantina Pertaian, hal pertama yang wajib diikuti adalah LanGasKaRa, baik oleh POPT, Dokter Hewan, Paramedik, maupun Fungsional Umum. Keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Adi Sutjipto LanGasKaRa adalah singkatan dari Latihan Pengenalan Tugas Karantina, aku sendiri ikut kegiatan ini di Tahun 2015 di STPP Yogyakarta, dan Asama Haji Yogyakarta. Ada perbedaan dibandingkan dengan para seniorku yang mengikuti kegiatan ini di Rindam Jaya Jakarta. Kegiatan berlangsung selama 2 minggu, di minggu pertama mental dan fisik harus benar-benar kuat. Aku rasa ini mirip ketika kita diorientasi sebagai anak baru dengan pola latihan mirip calon Paskibraka. Menginap di asrama haji, dan kegiatan terpusat di STPP, menuntut kita harus disiplin dalam manajemen waktu, gak boleh kesiangan. Latihan baris berbaris bersama Brimob Polda D.I.Y Tiga hari pertama adalah latihan baris berbaris yang di...

Prajabatan Dulu Biar Gajimu Jadi 100%

Buat kamu yang lulu CPNS, selamat ya... Selamat bergabung menjadi abdi negara. Kali ini aku mau sharing pengalamanku mengikuti Diklat Prajabatan di Tahun 2015. Apa itu diklat prajabatan ? Diklat Prajabatan adalah adalah syarat bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Aku sendiri lulus CPNS di tahun 2014, TMT Maret 2015, SPMT Juni 2015, dan Prajabatan Agustus 2015. Bagi yang masih bingung dengan TMT dan SPMT, aku jelasin satu-satu ya. TMT adalah terhitung mulai tugas yang tercetak di SK CPNS dan ditandatangani oleh Menteri, sementara SPMT adalah Surat Perintah Mengerjakan Tugas dan ditandangani Kepala Balai Unit Kerja. Gaji, tukin, uang makan, dan lain sebagainya akan keluar setelah diterbitkannya SPMT. Tahun 2015, adalah tahun pertama diberlakukannya prajabatan model baru, seperti apa ? simak sampai selsai ya. Aku mengkuti diklat prajabatan di PPMKP Ciawi-Bogor. Prajabatan model baru ini persis kayak ...