Skip to main content

Melirik Peluang Usaha Pertanian di Saat Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat, tak hanya di Indonesia tetapi diseluruh dunia. Pembatasan aktifitas yang diterapkan dengan tujuan untuk menekan penularan virus corona berimbas pada beberapa sektor termasuk pekonomian. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I di Tahun 2020 adalah 2,97%, sementara pada periode yang sama yaitu di tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 5,02%.



Ketika sektor lain mengalami keterpurukan, sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan yang positif. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statstik menyebutkan bahwa PDB sektor pertanian tumbuh 2,19% secara year on year (YoY). Sebagai penyedia pangan dan bahan baku, sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting terutama di era pandemi.

Pembatasan sosial yang diterapkan oleh pemerintah telah merubah perilaku masyarakat. Masyarakat lebih memilih kebutuhan daripada keinginan, hal ini tentunya memberikan peluang besar bagi sektor pertanian karena sebagian besar produk pertanian adalah kebutuhan pokok. Peluang usaha dari sektor pertanian sangatlah beragam, dari mulai pembibitan, budidaya, peternakan, perikanan, serta pengolahan hasil. Kegiatan usahapun bisa dilakukan dari skala kecil hingga besar. Melihat peluangnya yang sangat besar diharapkan sektor pertanian bisa menyerap tenaga kerja. Apalagi banyak perusahaan yang mengambil keputusan untuk mengurangi karyawannya, sehingga angka pengangguranpun meningkat. Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan, total karyawan yang mengalami PHK per tanggal 27 Mei 2020 adalah sebanyak 1,79 juta jiwa.



Selama pandemi, jual beli daring lebih banyak dipilih daripada secara langsung. Hal ini tentunya perlu direspon oleh para pelaku usaha pertanian. Generasi milenial yang lebih dekat dengan teknologi diharapkan dapat bekerjasama dengan para petani dalam memasarkan produknya. Dengan bantuan teknologi pemasaran juga bisa dilakukan sampai keluar negeri. Badan Pusat Statistik merilis data bahwa ekspor produk pertanian selama periode Januari hingga April 2020 meningkat 16,9% dibandingkan dengan periode yang sama ditahun 2019. Pendampingan diberikan kepada masyarakat yang siap melakukan ekspor produk pertanian
oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian sehingga produk yang dikirim dapat memenuhi pesyaratan sanitary dan phytosanitary (SPS).




Comments

Popular posts from this blog

Siapa Takut Jadi Petani

    Pertanian adalah sektor yang memegang peranan penting dalam sebuah negara. Sebagai penyedia kebutuhan pokok dan bahan baku, sektor ini juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Namun sangat disayangkan, minat dari generasi muda untuk menjadi petani sangatlah jarang, karena petani selalu diidentikan dengan pekerjaan yang bermain dengan lumpur dan panas-panasan dibawah terik matahari. Para petani kita saat ini rata-rata berusia 45 tahun keatas, artinya mereka sudah memasuki usia pensiun. Bahkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pekerja di sektor pertanian per Agustus 2018 berjumlah 35,7 juta orang atau 28,79% dari jumlah 124,01 juta jiwa penduduk yang bekerja. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,89% dari tahun sebelumnya. Mengapa generasi milenial enggan menjadi petani?. Generasi milenial saat ini lebih memilih untuk bekerja kantoran. Padahal ketersediaan lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja itu sendi...

LanGasKara itu wajib militernya karantina.

Bagi kalian yang bergabung di Kementerian Pertanian khususnya Badan Karantina Pertaian, hal pertama yang wajib diikuti adalah LanGasKaRa, baik oleh POPT, Dokter Hewan, Paramedik, maupun Fungsional Umum. Keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Adi Sutjipto LanGasKaRa adalah singkatan dari Latihan Pengenalan Tugas Karantina, aku sendiri ikut kegiatan ini di Tahun 2015 di STPP Yogyakarta, dan Asama Haji Yogyakarta. Ada perbedaan dibandingkan dengan para seniorku yang mengikuti kegiatan ini di Rindam Jaya Jakarta. Kegiatan berlangsung selama 2 minggu, di minggu pertama mental dan fisik harus benar-benar kuat. Aku rasa ini mirip ketika kita diorientasi sebagai anak baru dengan pola latihan mirip calon Paskibraka. Menginap di asrama haji, dan kegiatan terpusat di STPP, menuntut kita harus disiplin dalam manajemen waktu, gak boleh kesiangan. Latihan baris berbaris bersama Brimob Polda D.I.Y Tiga hari pertama adalah latihan baris berbaris yang di...

Prajabatan Dulu Biar Gajimu Jadi 100%

Buat kamu yang lulu CPNS, selamat ya... Selamat bergabung menjadi abdi negara. Kali ini aku mau sharing pengalamanku mengikuti Diklat Prajabatan di Tahun 2015. Apa itu diklat prajabatan ? Diklat Prajabatan adalah adalah syarat bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Aku sendiri lulus CPNS di tahun 2014, TMT Maret 2015, SPMT Juni 2015, dan Prajabatan Agustus 2015. Bagi yang masih bingung dengan TMT dan SPMT, aku jelasin satu-satu ya. TMT adalah terhitung mulai tugas yang tercetak di SK CPNS dan ditandatangani oleh Menteri, sementara SPMT adalah Surat Perintah Mengerjakan Tugas dan ditandangani Kepala Balai Unit Kerja. Gaji, tukin, uang makan, dan lain sebagainya akan keluar setelah diterbitkannya SPMT. Tahun 2015, adalah tahun pertama diberlakukannya prajabatan model baru, seperti apa ? simak sampai selsai ya. Aku mengkuti diklat prajabatan di PPMKP Ciawi-Bogor. Prajabatan model baru ini persis kayak ...