“Semua yang berharga dalam hidup ini datang dengan risiko besar.” 431
“Sebelum ‘di mana’, kamu harus temukan ‘siapa’. Ke hidung orang yang tepat, Puspa Karsa akan menampakkan diri. Aku ini pencuri, Raras. Bukan pencuri sembarang. Aku cuma mencuri yang benar-benar berarti.” 5
Hanya butuh waktu dua hari saja bagi saya menyelesaikan novel 724 halaman ini. Aroma Karsa telah sukses membuat saya mabuk fantasi. Plot alur mundur yang begitu indah selalu membuat penasaran ketika saya menutupnya walau hanya untuk sebatas kekamar kecil. Pesona puspa karsa membuat saya lupa waktu sampai-sampai saya hampir kesiangan mengikuti apel pagi wajib dikantor.
“Sebelum ‘di mana’, kamu harus temukan ‘siapa’. Ke hidung orang yang tepat, Puspa Karsa akan menampakkan diri. Aku ini pencuri, Raras. Bukan pencuri sembarang. Aku cuma mencuri yang benar-benar berarti.” 5
Hanya butuh waktu dua hari saja bagi saya menyelesaikan novel 724 halaman ini. Aroma Karsa telah sukses membuat saya mabuk fantasi. Plot alur mundur yang begitu indah selalu membuat penasaran ketika saya menutupnya walau hanya untuk sebatas kekamar kecil. Pesona puspa karsa membuat saya lupa waktu sampai-sampai saya hampir kesiangan mengikuti apel pagi wajib dikantor.
Dibagian awal diceritakan Janirah seorang anak abdi dalem yang lihai sekali dalam mencuri, dia mencuri sesuatu di keraton dan mampu membuat hidupnya berubah 360 derajat. Janirah mewariskan semua harta kekayaannya kepada cucu semata wayangnya yaitu Raras Prayagung. Kemara adalah perusahaan kosmetik dan parfum ternama yang mengantarkan pemiliknya ke jajaran salah satu orang terkaya seantero negeri. Sebelum wafat Janirah berwasiat agar sang cucu mencari puspa karsa, sesuatu yang telah ia curi tersebut.
Raras Prayagung adalah sosok wanita yang tangguh, perfeksionis, dan apapun yang ia inginkan harus diwujudkannya. Puspa Karsa adalah cita-cita sekaligus misteri yang selalui menghantui selama hidupnya. Tanaya Suma adalah anak angkat Raras Prayagung yang mempunyai Hiperosmia berpacaran dengan seorang pembalap yaitu Arya Jayadi.
Ditempat yang berbeda JatiWesi, pengurus taman sekaligus peracik parfum Attrawalla milik Khalil Batarfi yang besar dan hidup di TPA Bantar Gebang dibawah asuhan Nurdin Suroso. Anung Linglung seorang yang telah tega membunuh istrinya sendiri adalah sosok yang dipercayai JatiWesi sebagai bapaknya.
Cerita semakin seru ketika Kemara menggugat Atrawalla, toko parfum kecil yang telah memalsukan produknya. Sang peracik yang tidak lain adalah JatiWesi dihadapkan dengan dua pilihan, bekerja di Kemara atau masuk penjara. Babak baru dimulai ketika JatiWesi si hidung tikus masuk kedalam kehidupan Kemara, kehadirannya sungguh tak disukai oleh sang pewaris tunggal yaitu Tanaya Suma. Suma cemburu ketika Raras Prayagung selalu membela Jati bahkan sampai mengirimnya ke Prancis.
Suma secara diam-diam masuk kedalam kamar Jati dan membaca semua catatan Jati yang merupakan rahasia terbesarnya dan tidak boleh ada seorangpun yang mengetahuinya.
Raras Prayagung dengan ambisinya menemukan Puspa Karsa berniat membuat sebuah ekspedisi. Ini adalah ekspedisi kedua, ekspedisi pertama gagal dan membuatnya lumpuh seumur hidup. JatiWesi dengan kemampuan luar biasa dalam penciumannya adalah orang yang diandalkan Raras dalam ekspedisi ini.
Seiring berjalannya waktu rasa benci Suma terhadap JatiWesi berubah menajdi cinta. Begitupun dengan JatiWesi, sihidung tikus berkulit cokelat ini tidak pernah jatuh cinta, tetapi kepada Suma lah dia sepenuhnya tertarik. Dalam ekpedisi mencari Puspa Karsa mereka dihadapkan dengan alam yang berbeda, yaitu alam gaib yang disebut Dwarapala. Bagi Jati, Dwarapala adalah jawaban akan semua misteri dalam hidupnya.
Suma berhasil menemukan Puspa Karsa yang selama ini dicari oleh Raras. Dibagian akhir cerita kita akan mengetahui bahwa ternyata Suma adalah titisan Puspa Karsa, sementara Jati adalah Banaspati yang ditakdirkan menjaga sang Puspa Karsa. Keduanya keluar dari Dwarapala sejak ekspedisi Puspa Karsa yang pertama. Raras membawa 4 orang, yaitu Anung, Ambrik, dan kedua bayi yang tidak lain adalah Suma dan Jati. Suma diadopsi oleh Raras, sementara Jati terbuang di TPA Bantar Gebang. Kisah Ambrik lebih pilu lagi, karena dia melakukan gurah gurida semaca belapati. Semenjak kejadian itu Anung menjadi gila dan mendekam dipenjara karena dituduh membunuh Ambrik.
Untuk membunuh rasa penasaran Raras akan Puspa Karsa, Suma memberikan setets darahnya kedalam minuman Raras. Tak lama berselang ajalpun menjemput Raras.
Sebetulnya tidak harus mencari Puspa Karsa pun, Aroma tersebut sudah dibuat Jati dengan nama Kangga. Jati membuat parfum yang terinspirasi dari wangi tubuh Suma.
Saya rasa para Bibliophile wajib membaca buku karya Dewi Lestari ini, cerita yang disuguhkan begitu menarik kental dengan berbagai intrik yang tentunya dekat dengan kehidupan masayarakat Indonesia.
Raras Prayagung adalah sosok wanita yang tangguh, perfeksionis, dan apapun yang ia inginkan harus diwujudkannya. Puspa Karsa adalah cita-cita sekaligus misteri yang selalui menghantui selama hidupnya. Tanaya Suma adalah anak angkat Raras Prayagung yang mempunyai Hiperosmia berpacaran dengan seorang pembalap yaitu Arya Jayadi.
Ditempat yang berbeda JatiWesi, pengurus taman sekaligus peracik parfum Attrawalla milik Khalil Batarfi yang besar dan hidup di TPA Bantar Gebang dibawah asuhan Nurdin Suroso. Anung Linglung seorang yang telah tega membunuh istrinya sendiri adalah sosok yang dipercayai JatiWesi sebagai bapaknya.
Cerita semakin seru ketika Kemara menggugat Atrawalla, toko parfum kecil yang telah memalsukan produknya. Sang peracik yang tidak lain adalah JatiWesi dihadapkan dengan dua pilihan, bekerja di Kemara atau masuk penjara. Babak baru dimulai ketika JatiWesi si hidung tikus masuk kedalam kehidupan Kemara, kehadirannya sungguh tak disukai oleh sang pewaris tunggal yaitu Tanaya Suma. Suma cemburu ketika Raras Prayagung selalu membela Jati bahkan sampai mengirimnya ke Prancis.
Suma secara diam-diam masuk kedalam kamar Jati dan membaca semua catatan Jati yang merupakan rahasia terbesarnya dan tidak boleh ada seorangpun yang mengetahuinya.
Raras Prayagung dengan ambisinya menemukan Puspa Karsa berniat membuat sebuah ekspedisi. Ini adalah ekspedisi kedua, ekspedisi pertama gagal dan membuatnya lumpuh seumur hidup. JatiWesi dengan kemampuan luar biasa dalam penciumannya adalah orang yang diandalkan Raras dalam ekspedisi ini.
Seiring berjalannya waktu rasa benci Suma terhadap JatiWesi berubah menajdi cinta. Begitupun dengan JatiWesi, sihidung tikus berkulit cokelat ini tidak pernah jatuh cinta, tetapi kepada Suma lah dia sepenuhnya tertarik. Dalam ekpedisi mencari Puspa Karsa mereka dihadapkan dengan alam yang berbeda, yaitu alam gaib yang disebut Dwarapala. Bagi Jati, Dwarapala adalah jawaban akan semua misteri dalam hidupnya.
Suma berhasil menemukan Puspa Karsa yang selama ini dicari oleh Raras. Dibagian akhir cerita kita akan mengetahui bahwa ternyata Suma adalah titisan Puspa Karsa, sementara Jati adalah Banaspati yang ditakdirkan menjaga sang Puspa Karsa. Keduanya keluar dari Dwarapala sejak ekspedisi Puspa Karsa yang pertama. Raras membawa 4 orang, yaitu Anung, Ambrik, dan kedua bayi yang tidak lain adalah Suma dan Jati. Suma diadopsi oleh Raras, sementara Jati terbuang di TPA Bantar Gebang. Kisah Ambrik lebih pilu lagi, karena dia melakukan gurah gurida semaca belapati. Semenjak kejadian itu Anung menjadi gila dan mendekam dipenjara karena dituduh membunuh Ambrik.
Untuk membunuh rasa penasaran Raras akan Puspa Karsa, Suma memberikan setets darahnya kedalam minuman Raras. Tak lama berselang ajalpun menjemput Raras.
Sebetulnya tidak harus mencari Puspa Karsa pun, Aroma tersebut sudah dibuat Jati dengan nama Kangga. Jati membuat parfum yang terinspirasi dari wangi tubuh Suma.
Saya rasa para Bibliophile wajib membaca buku karya Dewi Lestari ini, cerita yang disuguhkan begitu menarik kental dengan berbagai intrik yang tentunya dekat dengan kehidupan masayarakat Indonesia.

Comments
Post a Comment